Gubernur Jatim Tolak Pabrik Baru

Pemprov Jawa Timur menilai rencana pendirian tiga pabrik baru gula tidak sejalan dengan program revitalisasi 31 pabrik dan tidak pro-petani tebu. Bahkan, Gubernur Jatim Soekarwo mengakui tidak mengetahui persis soal rencana pendirian pabrik gula (PG) itu. “Terus terang saya belum tahu tentang rencana itu, jelas tidak akan sejalan dengan upaya pemprov untuk lebih menitik beratkan program peningkatan produksi gula di Jatim melalui program revitalisasi pabrik gula,” tegasnya, seusai menerima petani tebu rakyat di kantor gubernur kemarin.

Sebaliknya, sambungnya, kebijakan Pemprov Jatim sudah jelas sangat serius dengan program revitalisasi PG di wilayahnya. Jika memang ada rencana pendirian PG baru, ujarnya, harus disinkronkan dengan program pemprov, sehingga tidak bisa sembarangan dan tidak kontradiktif.

Lha wong program revitalisasi itu prose MoU-nya dengan petani tebu serta PTPN telah diteken belum lama ini. Pemprov akan mengkaji ulang program PG baru itu, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” ungkap Soekarwo. Dia menjelaskan rencana pemerintah pusat mendirikan tiga PG baru itu akan mengganggu proses revitalisasi PG di Jatim yang telah diprogramkan dan disepakati sejumlah pemangku kebijakan. Sikap tegas Gubernur Jatim itu setelah ada desakan dari petani tebu rakyat di provinsi itu. Para petani menduga pendirian PG baru itu akan digunakan untuk memproduksi gula rafinasi berbahan baku impor dan bukan untuk mengolah tebu petani.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tentang Arek Pasar

Let's make thing the better
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Hangat Markohot dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Gubernur Jatim Tolak Pabrik Baru

  1. Ping balik: Rencana Pemerintah Bangun Pabrik Gula Baru di Jawa Timur | Markohot News

Komentar ditutup.