Jalur Pendakian Gunung Argopuro di Tutup


Jalur pendakian menuju Gunung Argopuro yang memiliki ketinggian 3.088 meter di atas permukaan laut (mdpl) ditutup sementara akibat cuaca buruk yang terjadi di kawasan Probolinggo-Situbondo pada beberapa pekan terakhir. Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Jawa Timur, Sunandar Trigunajasa, Jumat (21/1/2011), mengatakan, penutupan tersebut berdasarkan evaluasi tentang kondisi cuaca buruk yang terjadi di sepanjang jalur pendakian Gunung Argopuro.

“Secara resmi jalur pendakian menuju Argopuro ditutup sejak Selasa sesuai dengan surat edaran Nomor SE.19/BBKSDA JAT-5/2011 sehingga kami tidak akan memberikan izin pendakian kepada para pendaki atau pecinta alam,” tuturnya di kantor Bidang KSDA Wilayah III di Kabupaten Jember, Jumat (21/1/2011). Gunung Argopuro atau kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang (SM DT Yang) merupakan salah satu kawasan konservasi dengan luas 14.177 hektar yang berada di bawah pengelolaan Balai Besar KSDA Jawa Timur.
“Penutupan itu berlaku untuk semua kegiatan sehingga kami juga melarang kegiatan penelitian dan wisata terbatas di Pegunungan Argopuro hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” paparnya.

Ia menjelaskan, cuaca buruk yang terjadi seperti curah hujan yang cukup tinggi, angin puting beliung, dan petir sangat membahayakan keselamatan pendaki dan pihak-pihak yang melakukan kegiatan di Gunung Argopuro.
“Pos KSDA yang berada di Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, diterjang angin puting beliung sehingga sebagian bangunan pos rusak,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pendaki untuk mematuhi rekomendasi tersebut dan tidak melakukan pendakian secara liar tanpa meminta izin BKSDA.

“Saya berharap pendaki juga memperhatikan keselamatan sehingga tidak melakukan pendakian selama Gunung Argopuro ditutup akibat cuaca buruk,” tutur Sunandar. Jalur pendakian menuju Gunung Argopuro terdapat dua jalur utama yang biasa digunakan para pendaki, yakni jalur Baderan (Situbondo) dan jalur Bremi (Probolinggo). “Jalur pendakian baik melalui Baderan atau Bremi ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan, bahkan kami sudah mengirim surat edaran penutupan jalur pendakian Gunung Argopuro ke sejumlah organisasi pencinta alam (OPA),” katanya menambahkan.
Selama tahun 2010, tercatat jumlah warga yang melakukan pendakian ke Gunung Argopuro sebanyak 717 orang, dengan rincian sebanyak 675 pendaki domestik dan 42 pendaki mancanegara.

Sumber: http://regional.kompas.com/

Iklan

Tentang etan'e pasar

..layang-layang bisa terbang karena melawan angin, bukan terbawa angin..
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Ragam Markohot dan tag . Tandai permalink.